Serat Centhini Jilid 2A
Serat Centhini Jilid 2ASerat Centhini Jilid 2A

Serat Centhini Jilid 2A

Rp 130.000
stock
Tersedia
Deskripsi Produk
Rating : 0/5
Berat : 0.7 KG
Kategori : uncategorized

Serat Centhini Jilid 2A,

Sejak 2015, edisi bahasa Indonesia Serat Centhini sudah tersedia. Namun, tak sedikit makna di balik teks 12 jilid terjemahan itu yang sulit dipahami. Belum lagi ditemukan ketidaktepatan terjemahan, kadang dipaksakan atau kadang malah dihilangkan. Untuk sekadar ingin tahu isinya tentu pembaca tidak terganggu, tapi untuk memahami makna dan relevansinya dengan keadaan sekarang, pesannya bisa tak sampai.

Buku serial Menyingkap Rasa, Menyurat Yang Tersirat ini menyuguhkan bagian-bagian teks Serat Centhini yang maknanya masih tersembunyi, yang masih menggunakan istilah lokal yang kemungkinan besar sulit dipahami, dan ajaran leluhur yang hanya disebut sepintas dan tidak dijelaskan. Banyak juga metafora atau bahasa perumpamaan yang harus dikupas agar hikmahnya dapat kita ambil sebagai pijakan untuk menapaki kehidupan kini dan masa depan.

Kupasan Serat Centhini jilid 2A ini membahas perjalanan Jayengsari dan adiknya (Niken Rancangkapti). Jika Jayengresmi melangkah ke arah selatan lalu ke barat dan akhirnya berguru ke Syekh Gunung Karang, namun adiknya berjalan ke selatan dan akhirnya ke arah timur sampai di Banyuwangi. Dari Banyuwangi, Jayengsari melanjutkan ke Padepokan Sokayasa.

Di sisi lain, putra Syekh Ahadiyat di Sokayasa, Mas Cebolang, meninggalkan padepokan tersebut tanpa pamit ayah-bundanya. Mas Cebolang beserta empat abdinya melangkah tanpa arah demi mencari hakikat jati diri hingga sampai ke padepokan di G. Tidar asuhan Syekh Wahidiyat.

Dalam perjalanan itu, mereka mendapatkan pengetahuan mengenai adat-istiadat tanah Jawi, agama kuno di Jawa, syariat para nabi, mitologi wayang, dan lapis-lapis hakikat diri.

Selamat menikmati warisan leluhur awal abad ke-19 ini yang sengaja ditulis agar anak-cucu bangsa kita tidak kehilangan pijakan untuk meraih masa depan gemilang.

Pernah Dilihat